Harga Tiket: Rp 20.000, Jam Operasional: 08.00-16.00 WIB, Alamat: Jl. Raya Penelokan, Batur Selatan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli, Bali; Map: Cek Lokasi

Bali merupakan pulau yang memang populer mempunyai berbagai macam destinasi wisata yang bisa didatangi oleh wisatawan. Selain gunung dan pantai, tempat wisata yang recommended sekali untuk Anda kunjungi adalah Museum Geopark Batur. Tempat ini cocok dikunjungi oleh Anda yang menyukai wisata sejarah.

Sekalipun museum yang ada di Kabupaten Bangli, Bali ini tergolong masih baru di sana, tetapi nyatanya sudah banyak wisatawan yang memadati tempat itu. Hal itu tidak lain dikarenakan museum ini menawarkan berbagai macam daya tarik. Keunikan yang disajikan berbeda dengan museum lain yang ada di Indonesia.

Oleh sebab itu, Anda yang kebetulan sedang ada di Pulau Bali, maka tak ada ruginya untuk berkunjung ke Museum Geopark Batur. Selain untuk refreshing, tempat ini juga memberikan banyak wawasan kepada setiap wisatawan. Terlebih bila berkunjung bersama keluarga dan putra-putri Anda.

Sunrise Trekking di Gunung Batur

Daya Tarik Museum Geopark Batur

Daya Tarik Museum Geopark Batur Bangli
Image Credit: Google Maps Paradikta Prameswara

1. Bangunan Museum Terdiri dari 2 Lantai

Bukan hanya satu lantai, Museum Geopark Batur yang sangat terkenal ini memiliki bangunan yang terdiri dari 2 lantai dengan 3 tema ruang. Untuk 3 tema ruang yang disajikan tersebut antara lain seperti ruang geologi, ruang biodiversity ataupun keragaman, dan juga ruang kebudayaan.

Di dalam lantai yang pertama, wisatawan nantinya akan menjumpai lobi utama. Sementara, dalam lantai yang kedua sendiri sudah ada ruang biodiversity ataupun keanekaragaman hayati.

Tak hanya itu, wisatawan di lantai dua ini pun nantinya dapat menjumpai ruang auditorium. Pada ruang tersebut wisatawan dapat menyaksikan berbagai film edukasi mengenai gunung api dan juga geopark.

2. Menampilkan Miniatur dari Gunung Batur

Museum Geopark Batur memang sungguh menarik serta harus didatangi. Tempat wisata yang begitu edukatif ini berdiri di atas lahan dengan luas 1 hektar serta ada di ketinggian mencapai 1717 dari atas permukaan air laut. Hal ini yang membuat seluruh wisatawan dapat leluasa dalam melihat keindahan Gunung Batur dan keunikan danau.

Bila wisatawan memperhatikan dari luar museum, maka bangunannya memanglah memiliki desain yang tergolong biasa saja. Tetapi hal tersebut akan beda bila wisatawan mulai memasuki ruang dalam museum. Bagian dalamnya memang terasa sungguh tenang dan sejuk serta dilengkapi oleh miniatur dari Gunung Batur yang memukau.

Wisatawan dapat memperoleh beragam info yang terdapat pada miniatur Gunung Batur tersebut. Info ini tentu saja berhubungan dengan kawasan caldera di sekitarnya. Selain itu, bagian lantai satu pada museum tersebut memang sengaja dilengkapi dengan panel info terkait gunung merapi, baik yang ada di kawasan geopark maupun di seluruh Tanah Air.

3. Dilengkapi dengan Pos Pengamatan

Daya tarik lain yang membuat Museum Geopark Batur cukup diminati oleh banyak wisatawan adalah disediakannya pos pengamatan. Adanya pos pengamatan tersebut dimanfaatkan untuk memudahkan wisatawan yang hendak mengamati keindahan Gunung Api Batur. Dengan begitu, wisatawan bisa memantau aktivitas vulkanisme gunung.

Museum itu juga menawarkan koleksi yang unik yaitu geodiversity yang berasal dari contoh produk gunung meletus dan sejumlah contoh gunung api yang lainnya di seluruh Tanah Air. Di bagian lantai kedua dari museum tersebut memiliki ruang yang menyuguhkan keragaman budaya hayati dan disediakan juga ruangan auditorium.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Museum Geopark Batur Bangli
Image Credit: Google Maps Juan Charlie

Bila Anda merasa tertarik untuk mendatangi Museum Geopark Batur, bisa langsung meluncur ke Pulau Bali. Museum tersebut menjadi satu dari beberapa museum yang mempunyai konsep geopark serta muncul di Indonesia untuk yang pertama kalinya. Lokasi tepat dari tempat ini bisa Anda temukan di Jalan Raya Penelokal, kawasan Kintamani, Bali.

Bila kebetulan Anda sedang ada di kawasan Kuta, maka menuju ke museum yang unik ini bisa dilakukan dengan melakukan perjalanan selama 2 jam. Setelah itu, dapat Anda lanjutkan perjalanan itu dengan naik taksi maupun sewa mobil.

Bagi yang kebetulan mengendarai kendaraan pribadinya ketika berwisata ke Bali ini, maka hal tersebut tentunya semakin bagus. Hal tersebut lantaran dengan mengendarai kendaraan pribadi, pastinya perjalanan yang dilalui untuk mencapai Museum Geopark Batur jauh lebih leluasa dan fleksible.

Harga Tiket Masuk Wisata Museum

Tiket Museum Geopark Batur Bangli
Image Credit: Google Maps Sulis Apri Anggara

Sama dengan museum-museum pada umumnya yang ada di Indonesia, maka saat wisatawan hendak menikmati semua koleksi yang disajikan oleh Museum Geopark Batur ini akan dikenai biaya retribusi. Mengenai besaran biaya retribusi tersebut tergolong murah karena wisatawan hanya akan dimintai sebesar 20 ribu saja.

Sedangkan, bila kebetulan Anda mengajak anak-anak, maka harga dari biaya retribusi bagi anak-anak hanya sebesar 15 ribu. Selain tiket masuk, museum ini juga memberlakukan jam buka yang patut diketahui oleh wisatawan. Di hari Senin sampai hari Kamis, maka museum ini dibuka dari jam 8 pagi lalu ditutup pada jam 4 sore.

Sementara itu, di hari weekend seperti Sabtu dan Minggu, museum ini buka mulai jam 8 pagi, kemudian tutup lebih awal yakni jam 2 siang. Khusus untuk hari Jumat museum tersebut memang tutup atau libur. Oleh sebab itu, pastikan bahwa Anda tidak memilih hari Jumat ketika ingin datang ke sana.

Sunrise Trekking di Gunung Batur

Aktivitas yang Menarik Dilakukan di Museum Geopark Batur

Aktivitas Museum Geopark Batur Bangli
Image Credit: Google Maps Галина Чугунова

1. Hunting Foto

Kegiatan yang menarik sekali ketika berada di Museum Geopark Batur adalah memotret atau selfie. Hal itu karena museum yang ada di Bali ini mempunyai sangat banyak koleksi yang menarik untuk dijadikan background foto. Untuk itu, kamera menjadi barang yang wajib untuk dibawa wisatawan.

2. Mengelilingi Museum

Banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan wisatawan di museum ini, salah satunya adalah mengelilingi museum yang dijadikan sebagai wisata edukasi ini. Sembari berkeliling dan menikmati beragam koleksi yang disuguhkan, wisatawan juga bisa menambah pengetahuan sejarah. Sehingga, kegiatan wisata yang Anda lakukan tidak hanya untuk kesenangan semata.

3. Menyaksikan Film Edukasi

Kegiatan selanjutnya di Museum Geopark Batur adalah menyaksikan film edukatif. Di dalam ruang auditorium, seluruh wisatawan bisa dengan bebas untuk menyaksikan beragam film yang sangat edukatif yang berisi tentang gunung berapi. Bagi Anda yang senang dengan gunung berapi, maka sangat disarankan untuk menonton film yang ditayangkan di sana.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Museum

Fasilitas Museum Geopark Batur Bangli
Image Credit: Google Maps Fatikhah Astri Amin

Area wisata dari Museum Geopark Batur ini tergolong kawasan yang telah diberdayakan dengan baik dan maksimal. Dengan begitu, menemukan fasilitas di tempat ini bukanlah sesuatu yang sulit. Wisatawan nanti tak akan sulit untuk menjumpai fasilitas umum yaitu kamar mandi. Fasilitas ini memang yang paling kerap dicari oleh wisatawan.

Sementara, bagi wisatawan yang ingin melakukan ibadah sholat pun tidak perlu kebingungan, sebab museum ini sudah menyediakan mushola. Beberapa peralatan sholat seperti mukena dan sajadah pun telah disediakan. Kemudian, Anda yang membawa kendaraan dapat menitipkan kendaraannya di kawasan parkir.

Selain itu, fasilitas lain yang tidak kalah penting adalah ketersediaan tempat makan yang nyaman untuk wisatawan. Menjelajahi museum tentunya dapat membuat Anda lelah dan perut pun merasa kelaparan atau kehausan. Untuk itu, ini adalah momen yang pas untuk Anda berburu kuliner di beberapa tempat makan yang ada di sekitar sana.

Demikianlah penjelasan yang lengkap seputar tempat wisata sejarah yang cukup populer di Bali, yakni Museum Geopark Batur. Segala sesuatu yang ditawarkan oleh museum yang unik ini akan membuat wisata Anda semakin menarik. Oleh karena itu, museum ini menjadi objek wisata yang begitu dibanggakan oleh masyarakat Bali.