Candi Mendut, Candi Buddha Tertua Peninggalan Dinasti Syailendra

Candi Mendut

Candi Mendut, candi buddha yang menakjubkan yang dibangun semasa pemerintahan Raja Indra, Dinasti Syailendra. Termasuk candi tertua yang menarik untuk dieksplor keindahan dan keunikannya.

Lokasi: Jl. Mayor Kusen, Sumberrejo, Mendut, Kec. Mungkid, Kab. Magelang.
Map: Cek Lokasi

Candi Mendut merupakan tempat wisata yang termasuk salah satu peninggalan dari zaman sejarah yang masih ada dan tetap berdiri kokoh, meskipun sempat mengalami beberapa renovasi. Ketika diamati, dapat diketahui bahwa candi ini hanya terdiri atas satu buah bangunan. Di samping itu, bentuk bangunannya juga menyerupai bentuk bangun persegi panjang yang diberi hiasan pada bagian stupa.

Daerah destinasi wisata ini memegang peran yang cukup penting bagi pemeluk agama Budha. Hal ini juga terlihat dengan adanya vihara yang ada di samping candi. Vihara itu digunakan sebagai tempat pertemuan bernuansa keagamaan untuk melakukan pembelajaran ataupun berkumpulnya para biksu dan biksuni. Perlu Anda ketahui bahwa bangunan candi ini menghadap ke arah barat.

Nama candi ini diambil dari nama daerah tempat candi ini berada, yaitu Desa Mendut. Bangunan ini sudah ada sejak sebelum Borobudur didirikan. Oleh sebab itu, usianya lebih tua dibandingkan dengan Borobudur. Destinasi wisata ini hampir selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik itu hari libur maupun hari biasa.

Daya Tarik yang Dimiliki Wisata Candi Mendut

Daya Tarik Candi Mendut

Image Credit: Instagram.com @1wan5etiawan

1. Keindahan Bentuknya

Bangunan pada candi tersebut sebenarnya berupa tiga buah rangkaian candi yang saling terkait, serta memiliki nilai simbolis dan histori tertentu. Rangkaian yang dimaksud yakni Candi Pawon, Candi Borobudur, dan Candi Mendut.

Ketiga candi tersebut disebut dalam satu rangkaian, sebab ketiganya dibuat di waktu yang berdekatan, tepatnya sekitar tahun 824 sampai 842 Masehi. Pembuatannya dilakukan bertepatan dengan masa kepemimpinan Raja Smaratungga dan Pramoddhawardhani.

Sedangkan berdasarkan pendapat J. G. de Casparis, bangunan ini dibuat ketika memasuki masa Dinasti Syailendra di tahun 824 Masehi. Hal ini tercantum dalam Prasasti Karangtengah. Dalam prasasti tersebut termuat jika Raja Indra membuat bangunan yang suci dengan nama Wenuwana, yang memiliki arti hutan bambu. Kemudian oleh Casparis disebut Candi Mendut.

Tinggi bangunan tersebut mencapai sekitar 26,4 meter, sedangkan di bagian tubuhnya memiliki tinggi 2 meter. Di bagian permukaan, ada sebuah selasar yang berukuran lebar. Di bagian dindingnya terdapat panel yang jumlahnya berkisar 31, di mana panel tersebut memperlihatkan relief yang menunjukkan sebuah cerita.

Pada dinding bangunan juga terdapat sebuah pahatan yang berbentuk bunga. Hal tersebut juga menjadi salah satu karakteristik dari bangunan ini. Selain itu, juga terdapat sebuah saluran pembuangan air yang berada di bagian dinding yang bermula dari arah selasar, yang kemudian dikenal dengan nama Jaladwara.

BACA:  15 Tempat Wisata di Banyumas Terbaru & Terhits Dikunjungi

Corak pada setiap relief bangunan ini sangat khas, misalnya relief Hariti dan Kuwera. Relief tersebut ada pada dinding bagian utara. Sedangkan Hariti dan Kuwera merupakan sepasang raksasa suami istri. Dikisahkan bahwa mereka bertobat setelah berjumpa dengan Budha. Selain relief tersebut, ada pula relief dengan nama Bodhisattva Ayalokitesvara.

Relief tersebut menjelaskan tentang kehidupan Budha. Pada relief tersebut terdapat sebuah gambar Budha yang duduk di singgasana, yaitu bunga padma. Kemudian apa pula relief bodhisatwa yang ada di sisi timur dinding. Pada relief tersebut, Budha sedang mengenakan pakaian kebesaran seorang raja dan seakan terdapat pancaran sinar dewa di kepala Budha.

Selanjutnya, ada pula relief Dewi Tara, letaknya ada di bagian utara candi. Relief tersebut melukiskan Dewi Tara tengah duduk di sebuah singgasana bersama dua laki-laki di sisi kiri dan sisi kanannya.

Daya Tarik dari Candi Mendut

Image Credit: Google Maps (Aulia Irfan Wazani)

2. Halaman Candi yang Menawan

Pada bagian halaman lokasi wisata ini, terdapat pohon yang disebut dengan pohon Bodhi. Daunnya rindang dan dipercaya pemeluk agama Budha bahwa pohon tersebut merupakan tempat Siddharta Gautama sampai pada penerangan yang sempurna.

3. Penduduk Sekitar yang Ramah

Anda tentu akan merasa nyaman dan betah ketika berkunjung di suatu tempat, kemudian disambut dengan keramahan dari para penduduk sekitar. Seperti ketika Anda berkunjung ke tempat ini, Anda akan bertemu dengan masyarakat yang sangat ramah. Warga setempat tidak hanya ramah kepada wisatawan mancanegara, melainkan juga tetap demikian dengan wisatawan lokal.

Alamat, Rute Lokasi & Harga Tiket Masuk Candi Mendut

Harga Tiket Candi Mendut

Image Credit: Google Maps (Irfan Dpriyanto)

Candi ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Magelang, tepatnya ada di daerah Kecamatan Mungkid. Jika dari Borobudur, candi ini berjarak 3 kilometer. Apabila dari Yogyakarta, letaknya terbilang cukup jauh, berkisar 39 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam. Perlu Anda ketahui, bahwa akses jalan menuju tempat ini berupa jalan yang berkelok-kelok.

Ketika Anda menuju lokasi wisata dari titik 0 kilometer Yogyakarta, Anda harus memilih arah barat melalui jalan Ahmad Dahlan. Kemudian, dilanjutkan jalan wates sampai di perempatan, lalu lurus dan belok kanan melalui jalan sidoarum – bantulan. Sesampainya di pertigaan, Anda dapat ke arah barat melalui jalan bibis lurus hingga bertemu dengan perempatan.

Di perempatan tersebut, Anda dapat melalui jalan sembuh wetan sampai bertemu pertigaan, dan Anda harus ke arah barat melalui jalan godean. Kemudian, Anda lurus saja terus sampai di perempatan. Lalu ke utara melalui jalan gedongan – temple. Setelah itu, Anda akan menemukan pertigaan, pilihlah arah barat dan Anda akan melalui jalan daratan 3.

BACA:  15 Tempat Makan Enak di Kudus Favorit Wisatawan

Anda cukup lurus saja, kemudian ketika menjumpai pertigaan, Anda harus belok ke kanan, kemudian ke kiri. Lalu Anda akan bertemu dengan pertigaan lagi, di sini Anda harus ke kiri, dan di pertigaan berikutnya, Anda harus belok kanan melalui jalan banjar arum. Sesampainya di perempatan, Anda ambil kanan ke arah jalan naggulan. Ikuti saja jalan tersebut, kemudian Anda akan sampai di lokasi wisata.

Untuk sampai ke lokasi Candi Mendut, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Akan tetapi, lebih nyaman jika menggunakan kendaraan pribadi. Ketika Anda menggunakan kendaraan umum, Anda bisa menggunakan berbagai jenis transportasi, seperti bus umum maupun angkutan. Anda akan diberhentikan di terminal bus, kemudian Anda harus menggunakan transportasi lain berupa ojek.

Untuk menikmati pengalaman wisata di destinasi ini, Anda perlu membayar sejumlah Rp 10.000 untuk satu orang. Harga tersebut belum termasuk dengan biaya parkir kendaraan. Jika Anda menggunakan kendaraan, maka akan dikenai biaya parkir sejumlah Rp 2.000 jika menggunakan sepeda motor, atau Rp 5.000 jika menggunakan mobil.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Candi Mendut

Kegiatan di Candi Mendut

Image Credit: Instagram.com @bayu.maulana18

1. Berfoto

Destinasi wisata ini merupakan salah satu peninggalan sejarah, sehingga akan banyak wisatawan yang mengabadikan momen berlibur di tempat ini. Sehingga bagi Anda yang juga ingin mengambil beberapa gambar, Anda bisa menyiapkan terlebih dahulu kebutuhan Anda, misalnya saja kamera.

2. Mengunjungi Buddhist Monastery

Tempat ini merupakan lokasi untuk melakukan ritual meditasi. Meditasi di sini juga diiringi dengan musik yang mengalun lembut, sehingga sangat pas untuk menemani aktivitas meditasi. Bagi Anda yang tertarik, Anda juga bisa ikut mencoba aktivitas ini.

3. Berkeliling Kompleks Candi

Di tempat ini, Anda bisa berkeliling di sekitar pelataran candi. Di sini Anda akan melihat banyak keindahan dari setiap relief yang ada. Terdapat banyak sekali motif relief yang digunakan, beberapa diantaranya yaitu kepiting, burung manyar,kura-kura dan jenis binatang yang lain.

Apabila diamati secara sekilas, relief tersebut dapat berfungsi sebagai media untuk mengenalkan bentuk-bentuk binatang. Namun ternyata tidak demikian, melainkan dari setiap bentuk binatang yang dijadikan motif pada setiap relief memiliki kandungan makna tersendiri. Terdapat pesan moral dan nilai tersendiri yang ditujukan untuk semua wisatawan yang berkunjung.

4. Naik Badan Candi

Setelah Anda menyusuri bagian pelataran, Anda dapat melanjutkannya dengan menaiki bagian badan candi. Di sini Anda dapat menjumpai 8 buah relief bodhisttva dengan sikap tangan yang bervariasi dengan ukuran yang beragam pula.

BACA:  10 Tempat Makan Enak di Wonosobo Favorit Wisatawan

Bahkan beberapa relief memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan yang ada di Borobudur. Ketika Anda masuk ke dalam bilik candi, Anda akan menghirup aroma wangi bunga yang berpadu dengan aroma hio. Aroma tersebut sangat jelas tercium.

5. Berbelanja Souvenir

Setelah Anda mengelilingi semua bagian candi, Anda dapat menutup aktivitas berlibur Anda dengan berbelanja beberapa souvenir khas daerah setempat untuk dibawa pulang. Anda dapat berbelanja di sekitar pintu masuk menuju lokasi wisata. Di sana terdapat banyak pedagang yang menawarkan beragam souvenir yang unik dan menarik.

Fasilitas yang Tersedia di Wisata Candi Mendut

Fasilitas Candi Mendut

Image Credit: Agoda.com

1. Toilet

Toilet merupakan salah satu fasilitas yang tergolong sangat penting untuk berada di berbagai lokasi wisata. Di tempat ini, sudah tersedia berbagai toilet yang bisa digunakan oleh wisatawan yang berkunjung.

2. Mushola

Fasilitas ini juga cukup penting, sehingga pihak pengelola wisata tidak lupa untuk menyediakan fasilitas ini. Karena sebagian besar pengunjung merupakan penganut agama Islam, sehingga mushola akan sangat dibutuhkan banyak pengunjung.

3. Lahan Parkir

Bagi Anda yang menggunakan kendaraan pribadi, Anda tak perlu bingung untuk menitipkan kendaraan Anda. Sebab, destinasi wisata ini juga sudah menyediakan fasilitas berupa lahan parkir yang cukup luas.

4. Penginapan

Bagi Anda yang berwisata di Candi Mendut dan berasal dari luar daerah, Anda tak perlu khawatir jika ingin bermalam di sekitar lokasi wisata tersebut. Sebab, di dekat tempat wisata ini terdapat beberapa tempat menginap yang bisa Anda pilih.

Tersedia berbagai jenis penginapan dengan tarif yang bervariasi pula. Hal tersebut dipengaruhi oleh fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola penginapan. Ketika fasilitas yang tersedia sangat lengkap dan memadai, maka tidak menutup kemungkinan jika biaya menginap per malamnya akan lebih tinggi.

5. Warung Makan

Di sekitar lokasi wisata terdapat deretan warung makan yang menyajikan beragam sajian lezat. Anda bisa mampir sejenak untuk mencicipi beberapa menu di warung makan tersebut. Di beberapa warung makan, Anda juga bisa mencoba makanan khas daerah setempat, sehingga selain berwisata ke candi, Anda juga sekaligus bisa melakukan wisata kuliner.

Akan tetapi, Anda hanya bisa berkunjung di warung-warung tersebut di jam 7 pagi hingga jam 6 sore. Sebab, di waktu tersebut pula wisata candi ini dibuka untuk para wisatawan, sehingga beberapa fasilitas yang ada juga mengikuti jam buka dan tutupnya.

Itulah pesona keindahan wisata Candi Mendut yang ada di Magelang. Anda tidak boleh melewatkan momen berkunjung ke lokasi wisata ini ketika Anda sedang berlibur ke Magelang, sebab banyak sekali nilai sejarah maupun pesan moral yang bisa Anda pelajari dari bangunan di tempat tersebut.