Ladang Budaya (Ladaya) Tenggarong, Destinasi Wisata Keluarga Favorit

Ladang Budaya Tenggarong

Ladang Budaya (Ladaya) Tenggarong memiliki keunikan tersendiri yang menjadi tujuan wisata keluarga favorit di Kutai Kartanegara. Objek wisata sekaligus tempat mengenal alam dan budaya Kalimantan Timur.

Lokasi: Jl. H. Bachrin Seman No.RT.12, Mangkurawang, Kec. Tenggarong, Kab. Kutai Kartanegara.
Map: Cek lokasi

Kutai Kartanegara merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Kota yang dekat dengan lokasi ibukota negara baru ini terkenal dengan berbagai lokasi wisata sejarahnya. Tentunya karena dahulu, kota ini berada dalam kawasan Kerajaan Kutai.

Hal itu menyebabkan mayoritas lokasi wisata di Kukar (singkatan dari Kutai Kartanegara) ini didominasi oleh museum dan bangunan ikonik lain seperti masjid dan monumen. Namun selain itu, pengunjung kota ini bisa berkunjung ke Pulau Kumala dan Ladang Budaya.

Jika Pulau Kumala terkenal akan lokasinya yang berada di tengah Sungai Mahakam, maka Ladang Budaya, atau yang disingkat Ladaya ini terkenal dengan konsep wisatanya yang lebih menyatu dengan alam. Sejumlah fasilitas disediakan untuk mengakomodasi pengunjung yang tidak hanya datang dari Tenggarong saja, melainkan dari seluruh pelosok Kalimantan Timur.

Banyak orang berpikir bahwa Kalimantan hanya memiliki sedikit lokasi wisata. Destinasi wisata itupun hanya terpusat pada hutan, sungai, atau pantai yang sepertinya kalah ‘wah’ dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia. Benarkah demikian?

Apa yang Ditawarkan di Ladang Budaya Tenggarong?

Apa yang Ditawarkan di Ladang Budaya

Image Credit: Tribunnews.com

Ladang Budaya Tenggarong adalah salah satu destinasi wisata yang unik yang berada di Tenggarong, salah satu daerah dalam Kabupaten Kutai Kartanegara. Warga sekitar Kutai Kartanegara mengenal lokasi ini sebagai lokasi untuk melakukan outbond. Baik bersama keluarga atau bersama rekan satu kantor.

Lokasinya berada di sekitar daerah Mangkurawang, Tenggarong. Jika Anda berangkat dari Pulau Kumala, Anda harus menempuh kurang lebih 7 km perjalanan ke arah utara. Tentu tidak sejauh jika Anda berkunjung dari Samarinda dan Balikpapan. Dari kedua kota tersebut, jarak yang ditempuh adalah sekitar 37 dan 130 km berturut-turut.

Fasilitas Outbond Dekat Pusat Kota

Fasilitas Outbond

Image Credit: Instagram.com @wisatakukar

Lokasi ini sering dijadikan sebagai lokasi acara gathering keluarga atau kantor. Terdapat wahana-wahana outbond di dalamnya. Kegiatan outbond sendiri biasanya hanya dilakukan jika pengunjung datang berkelompok, dan pengunjung yang berminat harus melakukan reservasi terlebih dahulu.

Untuk pengunjung yang datang bersama keluarga atau kelompok kecil, pada umumnya yang menjadi wahana favorit adalah paintball dan flying fox. Uniknya, jika di lokasi lain Anda harus pergi agak jauh dari pusat kota untuk mencoba wahana outbond, Ladaya Tenggarong menawarkan lokasi wisata outbond dekat dengan pusat kota.

Dengan mencoba berbagai macam wahana tersebut, Anda dapat mempererat hubungan kekerabatan dengan sesama peserta outbond, karena seringkali kegiatan outbond membutuhkan kerja sama tim yang baik. Wahana-wahana outbond tersebut juga bisa menjadi wadah Anda untuk menambah keberanian.

BACA:  Intip Keindahan Alam Air Terjun Pinang Seribu di Samarinda

Kebun Binatang Mini Ladaya Tenggarong

Kebun Binatang Mini Ladaya

Image Credit: Instagram.com @okie_auliarhohim

Bagi Anda yang berkunjung bersama keluarga, keberadaan kebun binatang mini ini menyajikan atraksi yang membuat keluarga Anda lebih dekat dengan alam. Terlebih jika Anda memiliki putra/putri yang masih kecil, Anda bisa mengajarkan ragam satwa secara langsung di kawasan wisata ini.

Beberapa contoh dari koleksi satwa di kebun binatang mini Ladang Budaya adalah burung merak, beruang madu, dan butung enggang. Selain itu, Anda juga dapat menjumpai buaya, iguana, rusa, serta beberapa jenis unggas lainnya.

Kawasan Hijau yang Cocok untuk Bersantai

Kawasan Hijau

Image Credit: Google Maps (Prasetyo Hadi)

Kendati berada tidak jauh dari pusat kota, Ladang Budaya menawarkan kawasan asri yang tertata. Banyak pohon-pohon besar yang tumbuh di kawasan tersebut, namun tidak membuat kawasan wisata nampak seperti hutan. Seakan-akan asrinya suasana di Ladaya ini mengundang pengunjung untuk menggelar tikar dan berpiknik.

Tak perlu khawatir, Anda sekeluarga bisa bersantai di kawasan wisata Ladang Budaya karena tempat wisata ini memiliki banyak gazebo. Gazebo ini memang dibuat untuk memfasilitasi pengunjung yang datang agar dapat bersantai. Gazebo-gazebo ini pun dilengkapi dengan tempat duduk yang didesain agar memiliki kesan alami.

Ada pula tempat bersantai yang memiliki menghadap langsung ke kolam. Walaupun kolam ini bukan kolam renang maupun kolam ikan, keberadaan kolam ini menambah kesan alami lokasi wisata yang berlokasi di lahan yang luas ini.

Pepohonan serta tanaman hias pun seakan turut mendukung lokasi ini sebagai spot wisata untuk bersantai di akhir pekan. Banyak juga pengunjung yang menyempatkan diri untuk berfoto di sekitar pepohonan untuk mendapatkan view yang bagus.

Fasilitas Playground di Ladang Budaya

Fasilitas Playground

Image Credit: Google Maps (Andri Saputra)

Walaupun tidak besar, terdapat playground outdoor yang dapat digunakan jika Anda datang bersama putra-putri Anda. Permainan yang dapat Anda jumpai di dalamnya seperti perosotan, ayunan, serta arena panjat. Semua wahana permainan di playground ini dihias dengan cat warna-warni.

Seperti tak melupakan konsep destinasi wisata yang asri, di playground pun Anda bisa menjumpai banyak pepohonan. Ada juga tanaman hias yang mengelilingi pohon besar, dan ada beberapa tempat duduk yang bisa Anda gunakan kala menunggu putra-putri Anda yang asyik bermain.

Spot Foto Unik di Ladang Budaya

Spot Foto Unik

Image Credit: Wikimedia.org

Di masa milenial seperti ini, nampaknya berfoto di tempat wisata sudah menjadi sebuah keharusan. Biasanya, foto-foto tersebut akan diunggah seakan menjadi bukti bahwa Anda sudah pernah mengunjungi suatu tempat. Oleh karena itu, spot yang Anda gunakan sebagai latar belakang berfoto harus memiliki nilai plus dalam hal tampilannya.

BACA:  Danau Labuan Cermin, Danau Unik Dua Rasa di Kalimantan Timur

Jika Anda berkunjung ke Ladang Budaya Tenggarong, Anda tidak perlu khawatir. Sejak pertama Anda menjejakkan kaki di lokasi wisata ini, Anda akan disuguhkan berbagai macam spot foto yang sayang jika dilewatkan. Bahkan lokasi tersebut kadang bukan merupakan lokasi dimana seseorang bisa berfoto di sana.

Dari jalan menuju pintu masuk, Anda dapat melihat bangunan yang dihias sedemikian rupa agar mirip dengan kayu gelondongan yang ‘terbaring’. Di tengahnya, terdapat jalan masuk berbentuk setengah lingkaran. Karena keunikan spot ini, tak jarang pengunjung menyempatkan diri berfoto bahkan sebelum membayar tiket masuk.

Setelah itu, Anda akan menjumpai banyak spot foto di kawasan yang terpisah. Misalnya saja latar foto bertuliskan ‘Ladang Budaya’ yang, walaupun lokasi wisata ini berada di Kalimantan, menggunakan wayang Jawa sebagai hiasannya. Latar foto ini pun terletak di atas panggung yang tidak begitu tinggi, serta pepohonan hijau di belakangnya.

Selain itu, ada pula patung-patung yang terbuat dari logam. Ada juga patung burung merak yang sedang mengembangkan sayapnya yang berwarna-warni. Tulisan ‘Ladang Budaya’ tetap nempel di patung-patung ini. Tentunya, jika pengunjung mengunggah fotonya di media sosial, hal ini membantu objek wisata ini mendapatkan pengunjung baru.

Spot foto lain yang ada di lokasi ini sebenarnya juga termasuk jembatan kayu, spot foto bambu, serta rumah-rumah kayu yang sebenarnya ditawarkan sebagai bentuk penginapan di lokasi tersebut. Dengan menggunakan bahan serba kayu, kesan alami dan ‘adem’ pun semakin kental terasa.

Tak dapat dipungkiri, keunikan Ladaya Tenggarong ini jika dibandingkan dengan lokasi wisata lain di Kalimantan semakin menonjolkan daya tarik lokasi wisata ini. Sehingga, bahkan di low season pun, pengunjung Ladang Budaya ini tetap ramai.

Rumah-Rumah Kayu di Ladaya Tenggarong

Rumah Kayu di Ladaya

Image Credit: Instagram.com @lysarchitecture

Walau sebenarnya ditawarkan sebagai opsi penginapan, Ladang Budaya Tenggarong membebaskan pengunjungnya untuk berfoto di rumah-rumah kayu yang didesain seperti rumah adat Kalimantan pada umumnya. Yaitu dengan tangga serta bangunan yang berbahan dasar kayu.

Terdapat juga balkon untuk masing-masing rumah. Setiap rumah berdiri di atas ‘pondasi’ kayu. Sehingga rumah-rumah kayu yang disebut sebagai odah rehat (tempat istirahat dalam bahasa daerah Kutai) memberi kesan seperti rumah pohon.

Memang, pengunjung yang ingin berfoto saja tidak diperkenankan masuk ke dalam rumah-rumah tersebut. Pengunjung hanya bisa mencapai balkon saja. Atau, seperti yang dilakukan oleh banyak pengunjung, berfoto di tangga rumah-rumah kayu tersebut.

BACA:  13 Tempat Wisata di Bontang Terbaru & Lagi Hits Dikunjungi

Selain odah rehat yang berdiri langsung di atas pondasi kayu, ada juga odah rehat yang lokasinya berada di sekitar kolam. Dibanding dengan odah rehat yang disebutkan sebelumnya, odah rehat di sini lebih ramai pengunjung dan sering dijadikan spot foto. Namun, untuk di kawasan ini, tidak terdapat tangga seperti di rumah kayu sebelumnya.

Fasilitas Lain yang Tersedia di Ladaya

Fasilitas Lain di Ladaya

Image Credit: Tripadvisor.co.id

Fasilitas lain yang ada di Ladang Budaya Tenggarong meliputi kantin, mushola dan toilet. Untuk makanan dan minuman yang ditawarkan di tempat ini harganya tidak begitu mahal. Memang sedikit lebih tinggi daripada harga pasar, namun tidak sampai begitu membebani pengunjung karenanya.

Hal unik dapat Anda temukan di mushola Ladaya Tenggarong ini. Mushola di lokasi wisata ini didesain hampir mirip dengan odah rehat, yaitu terletak di ketinggian. Pengunjung bisa menggunakan tangga untuk mencapai mushola tersebut. Selain itu, bangunan mushola juga terbuat dari kayu.

Ladang Budaya Tenggarong juga memiliki lahan parkir yang sangat luas. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir kehabisan lahan parkir seperti yang biasa Anda alami saat mengunjungi mal. Anda bisa menyiapkan uang parkir sekitar Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 3.000 untuk motor. Namun perlu diperhatikan bahwa harga tersebut bisa saja berubah.

Harga Tiket Masuk Kawasan Ladang Budaya

Harga Tiket Ladang Budaya

Image Credit: Ramahtraveler.com

Harga tiket masuk ke Ladang Budaya ini tidak mahal, yaitu Rp 15.000 untuk dewasa, dan Rp 10.000 untuk anak-anak di atas 3 tahun. Sedangkan untuk anak-anak di bawah 3 tahun, tidak dikenakan biaya.

Harga tersebut belum termasuk wahana-wahana permainan seperti flying fox, paintball, jembatan satu tali, dan masih banyak lagi. Anda juga perlu membayar untuk menyewa gazebo.

Tidak ada larangan untuk membawa makanan ke dalam lokasi wisata. Namun, untuk menjaga kebersihan lokasi tersebut, sudah semestinya sebagai pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya; agar lokasi wisata tersebut tetap bersih dan nyaman dilihat.

Rute Menuju Kawasan Ladaya Tenggarong

Rute Menuju Ladaya

Image Credit: Google Maps (Yopie Franz)

Karena tidak berada jauh dari pusat kota, maka dapat dipastikan akses jalan menuju lokasi wisata tidak susah. Lokasi wisata juga sudah dapat ditemukan di peta online. Rute yang ditempuh pun tidak susah untuk diikuti.

Untuk menuju lokasi wisata, Anda disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi saja, seperti sepeda motor atau mobil. Terlebih bagi Anda yang berasal dari luar kota Kutai Kartanegara, perjalanan menggunakan kendaraan pribadi jauh lebih mudah dibandingkan jika Anda menggunakan kendaraan umum.

Itulah beberapa informasi yang perlu Anda ketahui mengenai Ladang Budaya yang terletak di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Perlu dicatat bahwa harga-harga yang disebutkan di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk kunjungan per orang, akan lebih baik jika Anda menyiapkan budget minimal Rp 100.000, sudah mencakup HTM, makan, dan beberapa wahana.