Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Jl. Tirta No.25M, Sareseda, Tampaksiring, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar, Bali; Map: Cek Lokasi

Selain dikenal sebagai Pulau Dewata, Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura. Sebutan ini bukan tanpa alasan, karena memang banyak sekali Pura yang tersebar di beberapa daerah. Salah satunya adalah Pura Mengening Tampaksiring yang memiliki daya tarik serta ciri khas tersendiri. Pada umumnya, Pura digunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu, namun bukan hanya itu fungsi dari Pura kali ini.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, salah satu Pura yang ada di Bali ini juga dijadikan sebagai objek wisata. Sebagian pengunjung yang datang tidak bertujuan untuk beribadah, melainkan menikmati keunikan dan eksotisme yang dimiliki. Lokasinya berada di ketinggian sehingga menjadikan cuaca nya sejuk dan asri karena pepohonan di sekitarnya.

Karena keunikan yang dimiliki, Pura yang berlokasi di Gianyar ini dijadikan salah satu cagar budaya oleh pemerintah setempat. Mengening sendiri artinya Menuju Kesucian yang diambil dari tempat pemandian yang ada di dalam Pura. Objek wisata ini juga digunakan sebagai upacara Melukat, yakni membersihkan diri secara rohani.

Daya Tarik Pura Mengening Tampaksiring

Daya Tarik Pura Mengening Tampaksiring
Image Credit: Google Maps Александр Кривонос

Pura Mengening masih berdekatan dengan beberapa Pura yang ada di kawasan Tampaksiring. Namun tidak dapat di pungkiri bahwa pura inilah yang sering ramai dikunjungi wisatawan. Bukan tanpa alasan, karena banyak daya tarik yang memikat layaknya magnet besar.

1. Sejarah Pura Mengening

Masih menjadi perdebatan engenai kapan Pura di Tampaksiring ini dibangun. Tetapi yang jelas, Pura ini ditemukan pada abad ke-11. Beberapa sumber mengatakan bahwa tempat ibadah umat Hindu ini sudah ada sejak pemerintahan Raja Masula-Masuli yang saat itu berpusat di Pejeng.

Sangat kuno tentunya, oleh sebab itulah pemerintah setempat menjadikannya sebagai salah satu cagar budaya di Bali. Ukiran yang ada di dinding Pura membuktikan bahwa usianya jauh lebih tua dari abad ke-11 ketika pertama kali ditemukan. Meskipun dikatakan sudah sangat tua, namun bangunannya terlihat masih kokoh dan terawat.

2. Lingkungan yang Damai dan Hening

Daya tarik lain yang menjadikan alasan wisatawan mengunjungi Pura Mengening yakni dari lokasinya. Jauh dari perkotaan, itulah yang menjadikan suasana hening dan damai. Udaranya pun sejuk, seperti halnya ketika anda menghabiskan waktu di pegunungan. Suasana asri juga didapat karena banyak titik yang masih tumbuh subur pohon rindang.

Bagi yang ingin mendapatkan kedamaian hati dan ketenangan pikiran, tidak ada salahnya jika sesekali anda mengunjungi objek wisata religi dan juga wisata alam ini. Meskipun waktu tempuh yang dibutuhkan lumayan jauh, namun hal itu sepertinya sebanding dengan apa yang akan didapatkan nantinya.

Daya Tarik Dimiliki Pura Mengening Tampaksiring
Image Credit: Google Maps I Gede Odik Artawan

3. Palemahan dengan Konsep Tri Mandala

Sebagaimana Pura yang ada di Bali pada umumnya, Pura Mengening juga memiliki Palemahan dengan konsep Tri Mandala. Ada tiga bagian utama di Pura ini, seperti halnya nama yang diberikan. Bagian pertama disebut dengan Nista Mandala dengan konsep taman yang indah. Di sini terdapat sebuah kolam yang berasal dari sumber mata air menyegarkan.

Bagian kedua dinamakan Madya Mandala, dimana terdapat banyak bangunan suci sebagai aktivitas pendukung. Beberapa bangunan yang paling mencolok adalah Bale Kulkul, Bale Gong, dan Bale Pegat dengan fungsi masing-masing. Pengunjung diperbolehkan untuk mengunjungi zona ini meskipun bukan dari agama Hindu.

Sedangkan Palemahan yang terakhir di Pura Mengening yakni Utama Mandala. Di zona ini juga terdapat beberapa bangunan dengan fungsi yang hampir mirip dengan Madya Mandala. Bangunan yang dimaksud diantaranya adalah Gedong Limas, Bale Paselang, Bale Saka Ulu, dan Meru Tumpang Tiga.

4. Kolam Pemandian Suci

Dari semua daya tarik yang telah disebutkan, sepertinya belum lengkap jika tidak menjelaskan mengenai adanya kolam pemandian suci di dalamnya. Bisa dikatakan bahwa adanya kolam ini menjadi daya tarik utama dari Pura Mengening Tampaksiring. Bahkan belum sempurna rasanya jika anda belum menjadi di kolam ketika berkunjung.

Ada dua kolam utama yang dipisahkan menurut jenis kelamin, jadi wanita dan laki-laki dipisahkan di kolam masing-masing. Kolam inilah yang dijadikan sebagai upacara Melukat yang tadi dikatakan sebagai ritual pembersihan diri secara rohani. Untuk dapat masuk ke kolam, sebelumnya harus menuruni anak tangga terlebih dahulu dan disarankan menggunakan kain atau kamen.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Pura Mengening Tampaksiring
Image Credit: Google Maps Michael Kiss

Pura Mengening berada di Desa Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Tidak sulit menemukan lokasi wisata ini karena berada di dekat objek wisata favorit di Bali, yaitu Tirta Empul. Jarak dari kota Denpasar sekitar 35 kilometer dengan perkiraan waktu 60 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Ada dua pilihan kendaraan yang bisa dipilih, yakni kendaraan pribadi atau paket tour Bali. Jika anda membawa kendaran pribadi, silahkan ambil arah yang menuju ke Pasar Tampaksiring. Lanjutkan perjalanan menuju ke arah utara hingga kurang lebih 800 meter atau setelah anda menemukan sebuah patung.

Dari titik tersebut, lanjutkan perjalanan dengan mengikuti panduan petunjuk jalan yang ada di seberang jalan. Apabila kurang yakin, silahkan gunakan GPS atau aplikasi map digital lainnya. Cukup ketikkan nama objek wisata tujuan, kemudian silahkan ikuti rute terbaik yang disediakan.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Pura Mengening Tampaksiring
Image Credit: Google Maps André Duarte

Sebenarnya, Pura Mengening bukanlah sebuah objek wisata untuk kepentingan mendapatkan keuntungan. Setidaknya fungsi utamanya bukanlah seperti itu, melainkan sebagai tempat ibadah. Seperti halnya tempat ibadah agama lain, kali ini pun tidak dikenakan biaya ketika memasuki wilayahnya.

Meskipun setiap hari banyak pengunjung yang berdatangan, tetap saja hingga saat ini masih belum ada niat untuk dijadikan sebuah objek wisata alternatif. Namun setidaknya, ada kesadaran dari masing-masing pengunjung untuk selalu turut serta dalam melestarikan budaya bangsa dan turut memeliharanya. Setidaknya tidak melakukan tindakan yang dapat merusak situs bersejarah ini.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas di Pura Mangening Tampaksiring
Image Credit: Google Maps wijana taro

Pura Mengening Tampaksiring bisa dikatakan sebagai destinasi wisata yang kaya akan sejarah dan juga sebagai tempat ibadah. Bisa juga dikatakan sebagai objek wisata alam karena keindahan dan pesona yang dimiliki. Berbagai aktivitas pun lumayan seru dilakukan, seperti contoh berikut!

1. Beribadah Bagi yang Beragama Hindu

Sebagai tempat ibadah, maka selayaknya jika aktivitas pertama yang dilakukan ketika berada di lokasi adalah beribadah. Tentunya untuk aktivitas kali ini dikhususkan bagi pengunjung yang beragama Hindu. Meskipun tergolong bangunan tua dan termasuk cagar budaya, Pura Mengening masih aktif digunakan sebagai tempat peribadatan.

Hal tersebut bisa dibuktikan dari banyaknya warga yang berbondong-bondong menuju lokasi ketika hari tertentu. Pada saat Hari Raya Nyepi, Pura ini pun tidak pernah sepi pengunjung untuk melakukan ritual ibadah. Tidak ada salahnya jika menyempatkan sedikit waktu dengan beribadah sebelum melanjutkan aktivitas lainnya.

2. Berkeliling Lokasi Menikmati Keunikannya

Apabila anda termasuk orang yang aktif, maka kegiatan yang cocok dilakukan berikutnya adalah berkeliling lokasi. Pura Mengening cukup luas, kontur tanahnya tidaklah mendatar seperti halnya tempat ibadah lainnya. Jalan-jalan berkeliling lokasi semakin seru karena anda dapat sekaligus belajar sejarah.

Setiap pelataran harus dijangkau dengan menaiki anak tangga yang telah disediakan. Untuk pelataran utama lokasinya berada di bagian paling atas dengan deretan bangunan lain sebagai fungsi pendukung. Aktivitas ini semakin menarik karena hampir setiap titik dipenuhi dengan pepohonan. Selain menyejukkan mata, pohon di sekitar lokasi menjadikan cuaca nya sejuk dan menyegarkan.

Aktivitas Menarik di Pura Mangening Tampaksiring
Image Credit: Google Maps Yuni Prema Vahini

3. Mandi di Kolam Suci

Kolam suci yang ada di Pura Mengening sering dijadikan media pembersihan diri bagi pengunjung yang datang. Bahkan warga setempat masih sering melakukan aktivitas berendam dengan niat membersihkan jiwa. Air nya jernih, jadi dipastikan segar dan membuat betah meskipun terkadang agak dingin.

Sumber air dikatakan berasal dari mata air yang berpusat di batuan tebing dan sela-sela akar pepohonan di sekitar lokasi. Terdapat lima buah pancuran yang konon tidak pernah kering atau ahkan surut. Kolamnya memang tidak terlalu luas, namun tetap dapat menampung banyak pengunjung yang berendam sekaligus.

4. Hunting Foto

Aktivitas berikutnya yang dijamin seru ketika mengunjungi Pura Mengening adalah hunting foto. Sebenarnya untuk aktivitas ini tidak hanya seru dilakukan di sini, namun ketika berwisata di tempat lain. Tidak terlalu banyak spot, yang paling utama adalah kolam pemandian suci yang sudah dibahas sebelumnya.

Fasilitas yang Tersedia

Fasilitas Pura Mengening Tampaksiring
Image Credit: Google Maps Tiki Stroink

Fungsi utamanya sebagai tempat ibadah bukan berarti minim fasilitas. Pura Mengening sudah tersedia lokasi parkir yang luas dengan atap tertutup, sehingga kendaraan tidak terkena panasnya sinar matahari. Selain itu, ada juga toilet untuk ganti baju bagi yang sebelumnya sudah berendam.

Fasilitas lain yang ditemukan di lokasi ini adalah warung makan bagi wisatawan yang lapar. Ada juga gazebo yang tersebar di beberapa titik, silahkan digunakan jika anda ingin bersantai atau lelah setelah melakukan aktivitas seru. Pusat informasi juga ada di sini, jadi silahkan menggali lebih dalam mengenai sejarah dari Pura unik di Bali ini.

Itulah beberapa hal penting yang perlu anda ketahui sebelum memutuskan berlibur ke Pura Mengening Tampaksiring. Sedikit tips, ada baiknya jika anda datang membawa baju adat Bali sebagai bentuk penghormatan. Pastikan selalu menjaga kebersihan dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak warisan budaya bangsa.