Harga Tiket: Gratis, Jam Operasional: 24 Jam, Alamat: Jl. Raya Batuan, Batuan, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar, Bali; Map: Cek Lokasi

Tidak kurang jika kita membahas objek wisata yang ada di Indonesia. Masing-masing daerah memiliki objek wisata dari berbagai kategori, bahkan lebih dari satu. Di Bali contohnya, selain memiliki objek wisata pantai, ada juga yang berupa sebuah bangunan tempat ibadah. Pura Puseh Desa Batuan adalah salah satu yang akan kita bahas kali ini dengan segala daya tariknya.

Destinasi wisata Gianyar kali ini lumayan unik, karena lebih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dibandingkan warga lokal. Adapun warga lokal yang berkunjung sebagian besar bertujuan untuk ibadah. Lain halnya dengan turis asing, mereka lebih memilihnya karena ingin membuktikan nilai sejarah dan sekaligus belajar memperdalamnya.

Meskipun keberadaan mereka tidak lepas dari paket tour jasa travel, namun tidak sedikit yang datang atas kemauan sendiri. Bangunan yang unik menjadi salah satu alasan mereka datang. Setiap dinding terdapat ukiran penuh makna yang tidak dapat dipahami langsung oleh wisatawan, kecuali dijelaskan oleh pemandu atau petugas di sana.

Daya Tarik yang Dimiliki Pura Puseh Batuan

Daya Tarik Pura Puseh Batuan
Image Credit: Instagram Jhody Setiawan

Pura Puseh Desa Batuan memiliki berbagai daya tarik utama, seperti halnya objek wisata di Bali lainnya. Daya tarik inilah yang menjadikan alasan banyak wisatawan yang datang, terutama turis asing.

1. Pura Tertua di Bali

Termasuk salah satu bagian dari Tri Kahyangan desa Pakraman di Bali, Pura ini ternyata memiliki usia yang paling tua diantara Pura yang lain di daerah yang sama. Desa Pakraman sendiri adalah konsep kegiatan yang dilakukan oleh warga yang ada di sebuah desa. Selain Pura Puseh, dua lagi yang termasuk konsep Tri Kahyangan adalah Pura Desa dan Pura Dalem.

Dikatakan yang paling tua karena sudah ada sejak tahun 944 Saka atau dalam tahun Masehi berarti 1020. Itu artinya, bangunan ibadah untuk umat beragama Hindu ini berusia lebih dari 1.000 tahun. Apabila anda berkunjung, maka bisa dibuktikan sendiri dengan adanya prasasti yang berbunyi ‘Pr Puseh Pr Desa, Desa Adat Batuan, Saka 944’ di salah satu dinging nya.

Keberadaan Pura Puseh Desa Batuan sendiri tidak lepas dari kedatangan Mpu Kuturan yang menginjakkan kaki di Bali. Saat itu, di Bali memiliki berbagai sekte dengan ajaran masing-masing. Mpu Kuturan mencoba menyatukan kembali semua sekte yang ada dan mengajak untuk menyembah Tuhan dengan manifestasi Tri Murti Tatwa, yakni menyembah Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa.

2. Lukisan Penuh Makna

Daya tarik Pura Puseh Desa Batuan berikutnya adalah dari lukisan penuh makna yang terdapat di bagian dalam Pura. Setidaknya, ada tiga lukisan unik yang bisa disaksikan langsung oleh wisatawan yang berkunjung. Setiap lukisan diletakkan di dalam pigura khusus yang terbuat dari kayu ukir berwarna keemasan. Ketiga lukisan ini saling berkaitan dan menceritakan Ngruna-Ngruni atau Batara Surya Krama.

Batara Surya adalah dewa yang menerima dua istri bidadari sekaligus yang juga merupakan kakak beradik. Bidadari yang dimaksud adalah Dewi Ngruna dan Dewi Ngruni dengan kecantikan yang luar biasa. Keduanya dibekali dengan telur yang merupakan milik Dewi Kastapi, Putri Batara Wisnu.

Telur Dewi Ngruna menetas menjadi dua ekor burung, sedangkan telkur yang diberikan kepada Dewi Ngruni menjadi seekor naga. Singkat cerita, terjadi perselisihan diantara keduanya karena naga milik Dewi Ngruni memakan kedua burung Dewi Ngruna. Untuk kisah lebih lengkapnya, anda bisa menanyakan langsung kepada pemandu.

3. Bangunan Artistik dan Bersejarah

Tidak terlalu mengherankan jika bangunan bersejarah masa lalu pasti memiliki nilai artistik yang tinggi, begitu juga dengan Pura Puseh Desa Batuan. Bangunan terbuat dari batu bata merah secara keseluruhan dengan ornamen dan ukiran yang unik. Gerbang masuknya berupa Candi Bentar dengan ciri khasnya menjulang tinggi yang dilengkapi ornamen bunga di setiap dinging nya.

Di kanan kiri Candi Bentar terdapat masing-masing satu raksasa berkuran besar. Cukup berbeda dengan bangunan yang dibuat untuk penjaga pintu, karena kali ini tidak dipersenjatai dengan gada. Posisinya pun berdiri, tidak seperti arca Dwarapala yang biasanya duduk dengan posisi kaki menekuk.

Sementara di dalam Pura Puseh Desa Batuan, tepatnya setelah melewati gapura pintu utama, terdapat Kori Agung yang merupakan salah satu bangunan khas Bali. Bangunan ini digunakan sebagai pintu masuknya dewa dan juga sebagai pembatas antara Jaba Tengah dengan Jaba Jero. Di sisi lain, terdapat Bale Kulkul yang digunakan untuk meletakkan kentongan khas Bali.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Pura Puseh Desa Batuan
Image Credit: Google Maps Zephyriousity Ph

Objek wisata budaya dan sejarah ini berada di Jalan Raya Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasinya strategis, jarak dari kota Denpasar hanya sekitar 16 kilometer dan bisa ditempuh selama 40 menit menggunakan kendaraan bermotor. Anda bisa menggunakan rute yang menuju ke Jalan WR Supratman atau Jalan Bypass Ngurah Rai untuk bisa sampai ke Pura Puseh Desa Batuan.

Bagi yang ingin mengambil rute Jalan WR Supratman, silakan menuju ke Jalan Dewi Sartika terlebih dahulu. Setelah itu belok kiri menuju ke Jalan Panglima Besar Sudirman dan melanjutkan ke Jalan Kapten Agung. Arahkan kendaraan menuju ke Jalan Melati dan berakhir di Jalan WR Supratman.

Anda akan melewati kawasan Ngerebong, kemudian lanjutkan menuju ke Jalan Raya Batubulan. Silahkan belok kanan Jalan Raya Celuk setelah menemukan perempatan, kemudian belok kiri ke Jalan Jaga Raga setelah tiba di pertigaan. Lurus terus hingga menemukan Jalan Raya Batuan yang terletak di sisi kanan jalan.

Harga Tiket Masuk Wisata Religi

Harga Tiket Pura Puseh Desa Batuan
Image Credit: Google Maps Kukuh Giaji

Sebagian besar objek wisata yang berupa tempat ibadah tidak dikenakan biaya masuk, begitu pula dengan Pura Puseh Desa Batuan. Anda bisa masuk tanpa dipungut biaya tertentu, namun tetap ada biaya sukarela yang akan dimanfaatkan untuk perawatan Pura. Biaya yang dimaksud nantinya akan mendapatkan kain kemben atau sarung dan selendang.

Bukan untuk diberikan, namun dipinjam selama anda masuk kedalam kawasan Pura. Ini dilakukan sebagai syarat utamanya karena termasuk tempat suci. Perlu diketahui, bagi wanita yang sedang berhalangan, tidak diperkenankan untuk masuk. Silahkan datang kapan saja, karena tempat ibadah dan sekaligus objek wisata ini dibuka setiap hari selama 24 jam.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan di Pura Puseh Batuan

Aktivitas Pura Puseh Batuan Gianyar
Image Credit: Facebook Bali Channel

Oleh sebab berfungsi sebagai tempat ibadah dan objek wisata, banyak hal yang dapat dilakukan selama berada di Pura Puseh Desa Batuan. Bukan hanya melihat prosesi ibadah umat Hindu, namun banyak lainnya seperti yang telah kami rangkum berikut!

1. Berkeliling Pura Puseh Desa Batuan

Berbeda dengan Pura sebagai tempat ibadah lainnya yang biasanya berukuran kecil. Pura cantik ini memiliki ukuran cukup luas dengan berbagai bangunan di dalamnya. Wisatawan bisa masuk ke dalamnya dan berkeliling melihat keunikan dari setiap bangunan tersebut. Aktivitas ini tentunya sangat menarik dan dijamin tidak akan membosankan.

2. Mengenal Sejarah dan Budaya Lokal

Sambil berkeliling di dalam lokasi, ada baiknya jika sekaligus belajar mengenal sejarah dan budaya lokal. Banyak hal yang perlu dipelajari di Pura Puseh Desa Batuan ini. Salah satunya adalah konstruksi bangunan yang pastinya tidak menggunakan semen sebagai perekat nya. Selain itu, ada banyak ornamen penuh makna yang bisa ditanyakan pada pemandu wisata.

Setiap bangunan yang ada di dalamnya memiliki fungsi masing-masing. Beberapa bale juga ditemukan di sini, seperti Bale Kulkul yang sudah dibahas sebelumnya. Ada juga bangunan khas Bali yang berbentuk unik dengan ukiran yang memiliki makna. Penting sekali untuk mengenal sejarah dan budaya lokal supaya dapat menghargainya.

3. Melihat Seni Tradisional Bali

Salah satu bangunan yang ada di Pura Puseh Desa Batuan adalah sebuah panggung dengan desain khas. Panggung ini digunakan untuk pementasan seni tradisional Bali, salah satunya adalah Tari Gambuh. Dilengkapi gamelan dan alat musik tradisional lainnya, anda pun dapat menyaksikan seni yang banyak menampilkan gerakan tari ini.

4. Hunting Foto

Aktivitas berikutnya adalah berburu foto yang pastinya wajib meskipun hanya sebuah objek wisata sejarah dan budaya. Banyak bangunan unik dan bersejarah yang pas sebagai latar belakang foto. Salah satu spot yang paling banyak diminati adalah gapura atau pintu masuk berupa Candi Bentar yang terdapat arca di kedua sisinya.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Pura

Fasilitas Pura Puseh Desa Batuan
Image Credit: Google Maps Rommel 

Fasilitas Pura Puseh Desa Batuan tergolong mumpuni, bahkan dikatakan sangat lengkap untuk menunjang wisatawan yang berkunjung. Contohnya adalah area parkir yang luas sehingga mampu menampung banyak kendaraan sekaligus, baik mobil maupun sepeda motor. Selain itu, pastinya ada toilet yang termasuk fasilitas wajib di berbagai objek wisata.

Bagi wisatawan yang ingin lebih banyak belajar sejarah dan budaya, di sini terdapat guide atau pemandu yang siap melayani dengan menjawab pertanyaan yang masih berkaitan. Tidak perlu datang membawa pakaian khusus beribadah di Pura, karena sudah disediakan tempat penyewaan untuk keperluan tersebut.

Wajar saja jika Bali dikenal sebagai Pulau Seribu Pura, selain disebut sebagai Pulau Dewata tentunya. Pura Puseh Desa Batuan hanyalah salah satunya dengan berbagai daya tarik yang telah dibahas diatas. Sebagai tempat ibadah dan sekaligus objek wisata, tidak ada salahnya jika anda menjadikannya sebagai alternatif di jadwal liburan berikutnya.