Berkunjung ke Gresik tentunya tidak boleh lupa membawa pulang oleh-oleh khasnya. Beragam jenis buah tangan dari Kota Santri wajib Anda beli untuk teman dan orang di rumah.

Sebagai kota santri, Gresik merupakan sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Berbagai macam hal-hal unik terkait kehidupan santri disana pasti akan sangat menarik untuk dikenal dan dijelajahi. Apalagi saat berkesempatan pula belajar mengenai beberapa ilmu keagamaan.

Tak cukup sampai disana, sejenak mengintip proses pembuatan semen juga bisa. Ternyata disini ada pabrik semen paling besar di Indonesia. Kemudian berbelanja di pusat perdagangan Jawa Timur pasti akan sangat seru. Selain wisata edukasi dan religi, masih ada satu lagi yaitu wisata alam yang sangat indah.

Setelah lelah berkeliling dan menjajaki banyak destinasi, maka selanjutnya adalah berburu aneka makanan yang siap memanjakan lidah. Jangan lupa untuk memborong banyak buah tangan khas kota ini, yang jarang ditemui di daerah-daerah lainnya. Berikut 10 rekomendasi oleh-oleh khas dari Gresik yang harus Anda bawa pulang.

1. Pudak

Pudak
Image Credit: Ekoprasetyo09.blogspot.com

Makanan khas Gresik satu ini terbuat dari tepung beras, tambah gula jawa, kemudian dicampur dengan santan. Pembungkusnya menggunakan pelepah daun pinang yang memang sudah banyak dimanfaatkan sebagai tempat atau bungkus aneka jajanan tradisional.

Berbagai macam Pudak dapat ditemukan di kota asalnya. Ada yang berwarna coklat karena menggunakan gula jawa asli. Ada pula yang putih dan berbahan dasar gula pasir atau gula tebu. Kemudian juga ada Pudak Sagu yaitu terbuat dari tepung sagu.

Tekstur rasanya menyerupai dodol, namun tidak sekenyal dodol. Saat sampai di mulut, rasanya akan sangat lembut dan manis. Kemasannya yang unik membuat pudak paling banyak diburu wisatawan.

2. Martabak Usus

Martabak Usus
Image Credit: Cookpad.com

Martabak memang salah satu makanan yang populer di Indonesia. Mungkin, sebagain besar masyarakat sudah pernah merasakannya. Namun, belum tentu dengan martabak usus.

Makanan satu ini memiliki bahan-bahan unik. Bagian luarnya biasa dibuat dari tepung terigu layaknya martabak pada umumnya, akan tetapi isiannya sangat beragam. Ada usus ayam, kubis, telur, bawang, wortel, daun bawang, dan sohun atau jenis mie lainnya.

Jajanan ini bisa ditemukan di tepian jalan menuju makan Sunan Giri dan tempat lainnya. Harganya tidak semahal martabak lainnya, cukup dengan Rp 1.000 hingga Rp 5.000 Anda sudah bisa melahapnya. Paling cocok dinikmati bersama gajih nasi krawu yang merupakan makanan khas.

3. Keripik Bayam

Keripik Bayam
Image Credit: Facebook.com @keripikbayamgresik

Namanya sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Namun, siapa yang menyangka kalau ternyata camilan gurih dan menyehatkan ini berasal dari Gresik, Jawa Timur.

Terbuat dari sayuran bayam yang berkualitas dan telah dipilih. Penyuka ngemil, jangan khawatir untuk mengonsumsinya. Karena ini bebas dari pengawet dan bahannya juga tidak aneh-aneh.

Selain membeli, Anda juga bisa membuat keripik bayam di rumah. Caranya yaitu memilih daun bayam yang bagus. Kemudian siapkan adonan tepung yang diberi bumbu lalu tambahkan air, pastikan jangan terlalu encer. Masukan lembaran daun bayam ke adonan lalu goreng kedalam minyak. Jangan terlalu lama, karena akan cepat gosong.

4. Petis

Petis
Image Credit: Aminahstore.com

Saat berwisata ke kota santri, Anda pasti akan menjumpai petis. Seperti kebiasaan orang-orang disana, tak lengkap rasanya jika makan tanpa ditemani petis. Jadi hampir setiap hari selalu ada.

Petis biasanya terbuat dari ikan, yang paling disukai adalah petis udang. Mungkin bagi kebanyakan orang kedudukannya sama dengan sambal. Hanya saja petis teksturnya lebih lembut dan lembek. Warnanya coklat hingga kehitaman, rasanya sangat khas.

Agar mudah dibawa pulang, petis ada yang sudah dijual dalam kemasan kaleng atau gelas kaca dan sangat higienis serta praktis. Harganya biasa sekitar Rp 50.000 untuk satu kilonya dengan kualitas yang bagus.

5. Kopi Gresik

Kopi Gresik
Image Credit: Inews.id

Pecinta kopi jangan sampai terlewatkan untuk tidak mencicipi Kopi Gresik yang berasal dari jenis kopi robusta. Aroma dan rasanya jelas nikmat dan berbeda dari kopi di daerah-daerah lain.

Selain menjadi minuman, kopi juga merupakan bagian dari budaya orang sana. Hal tersebut terbukti dari banyaknya jajaran warung yang menjualnya. Ada yang diseduh dan bisa dinikmati di tempat, serta ada juga dalam kemasan yang bisa dibawa pulang dengan harga Rp 14.000 saja.

6. Bonggolan

Bonggolan
Image Credit: Okezone.com

Bonggolan terbuat dari daging ikan, kemudian dicampur tepung kanji dan diberi bumbu garam, bawang, serta rempah khas. Adonan tersebut dicampur kemudian dibuat berbentuk lingkaran memanjang. Sebelum dibungkus daun pisang, sebelumnya telah ditaburi tepung kanji agar tidak lengket. Lalu direbus.

Untuk menikmatinya, bonggolan di potong bulat pipih atau sesuai selera lalu digoreng. Paling cocok disantap dengan cocolan sambal, saus, atau petis juga bisa. Rasanya asin, gurih, dan beraroma khas ikan.

Selain enak, makanan ini mengandung banyak vitamin dan protein. Bahannya yang alami, terbuat dari ikan berkualitas tentu menjadikannya pilihan banyak orang. Cara pengawetannya dengan direbus di awal membuat makanan ini tanpa pengawet buatan.

Apabila Anda membelinya, maka bisa menyimpan di dalam almari pendingin atau kulkas. Akan tetapi bagi yang memiliki alergi terhadap protein atau ikan laut, disarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi bonggolan.

7. Kerupuk Ikan Payus

Kerupuk Ikan Payus
Image Credit: Shopee.co.id (Cintajavashop)

Kerupuk ini bukan sembarang kerupuk. Pasalnya bahan dasarnya terbuat dari Ikan Payus. Jenis ikan yang memang endemik dari Kota Semen tersebut. Bahkan di beberapa daerah lain, tidak ditemukan keberadaannya.

Daging ikan disisihkan dari duri dan tulang lainnya kemudian dicampur tepung dan bumbu. Setelah itu di potong bulat kecil dan pipih agar saat dijemur segera kering. Rasanya sangat mirip dengan makanan khas Jepang yaitu tempura. Gurih khas ikan dan sangat cocok untuk dijadikan camilan ataupun teman makan nasi.

Anda bisa membawa pulang dalam keadaan matang ataupun masih mentah. Namun, jika belum sempat berkunjung dan membelinya secara langsung. Maka bisa melalui online shop dengan harga sekitar Rp 40.000 untuk setengah kilonya.

8. Damar Kurung

Damar Kurung
Image Credit: Clarissaum.wordpress.com

Damar kurung berasal dari dua kata yaitu damar dan kurung. Damar dalam bahasa Jawa berarti lampu atau penerangan, sedangkan kurung sendiri tutup, penutup, atau kurungan. Sehingga apabila disatukan maka maknanya yaitu penutup lampu.

Kerajinan ini bentuknya kerangka yang menyerupai lampion lampu. Ada yang berukuran besar, juga ada yang kecil atau mini sehingga cocok untuk dijadikan cendera mata. Damar kurung mini berukuran sekitar 10x4x4 sentimeter dengan harga berkisar Rp 20.000 saja.

Uniknya, lampion ini berhiaskan lukisan yang menggambarkan kehidupan warga Gresik dalam kesehariannya. Tentu sangat artistik dan khas, apalagi warnanya juga beragam. Sehingga bisa dijadikan pajangan di rumah dan teras.

9. Legen

Legen
Image Credit: Disparbud.gresikkab.go.id

Tak hanya makanannya saja yang khas dan terkenal, kota santri juga punya minuman tradisional. Namanya legen, terbuat dari getah bunga siwalan. Pada pohon siwalan yang berjenis perempuan atau yang biasa disebut lontar, akan ditemukan sulur bunga. Nah, sulur tersebutlah yang dipotong sedikit kemudian disadap getahnya.

Getah itu yang ditampung dan bisa dinikmati. Akan sangat pas ketika meneguk legen saat siang hari lalu ditambahkan es. Sensasi segarnya seketika mampu menyejukkan tenggorokan yang haus.

Selain dijadikan minuman, sebagian masyarakat Gresik juga mengolahnya menjadi sirup dan gula. Rasa yang dihasilkan cenderung manis keasam-asaman, di dalamnya juga mengandung soda alami.

Banyak khasiat yang terkandung dalam minuman satu ini. mulai dari meningkatkan proses produksi sperma bagi pria, memperbaiki dan meningkatkan fungsi ginjal, hingga mengobati gejala lemah syahwat atau impotensi.

10. Jubung

Jubung
Image Credit: Rumaholeholeh.wordpress.com

Meski berwarna hitam, namun jangan salah dengan rasa makanan satu ini. Bahan dasarnya yang dari ketan hitam memang memberikan warna alami dan pekat. Kemudian ditambahkan wijen diatasnya untuk memperindah tampilannya.

Setelah itu, barulah dibungkus dengan kulit dari pohon pinang atau biasa disebut Jubung. Dari situlah nama jajanan ini berasal. Rasanya hampir sama seperti dodol, kenyal, manis, legit, dan saat digigit melar.

Mendapatkannya juga tidak sulit. Banyak yang menjual Jubung di pasar tradisional dan toko oleh-oleh. Akan tetapi jangan heran, karena saat ini ada pula Jubung dengan berbagai macam warna, seperti merah muda, kuning, dan hijau. Harganya juga sangat murah.

Masih banyak lagi rekomendasi oleh-oleh khas di Gresik yang tentunya sangat bisa dibawa pulang. Ada makanan, minuman, kerajinan, serta lain-lain. Seperti otak-otak bandeng, bandeng panggang, kaos, gantungan kunci, dan lain-lain. Anda bisa dengan mudah menemukannya di berbagai toko oleh-oleh hingga supermarket.